Minggu, 02 Oktober 2011

REPORT 1 "Training Design and Evaluation Model"

Jakarta,
Senin, 26 September 2011 dalam perkuliahan Manajemen Pendidikan dan Pelatihan di ruang 307, gedung Daksinapati lt.3, Fakultas Ilmu Pendidikan - Universitas Negeri Jakarta, bersama dengan Bapak Amril Muhammad, berdasarkan peminjaman catatan teman. Pada pertemuan kali ini, dosen memaparkan mengapa perlu diadakan suatu pelatihan. Baik itu pelatihan dalam suatu organisasi ataupun dalam perusahaan. Berikut alasannya:

1. Adanya kesenjangan yang terjadi antara kinerja aktual atau kinerja yang terjadi pada kenyataannya dengan kinerja ideal atu yang diharapkan. Maksudnya terjadi ketidak sesuaian antara yang sudah dikerjakan olh pegawai dengan target perusahaan atau target organisasi yang telah ditetapkan.

2. Adanya karyawan baru. Karyawan baru membutuhkan fokus kerja yang lebih mendalam. Sehingga tidak terjadi kesimpang siuran dalam pelaksanaan pekerjaannya. Oleh karena itu, pegawai baru perlu diberikan pelatihan.
3. Adanya teknologi baru. Pelatihan dalam hal ini perlu dilakukan pada pegawai untuk mengantisipasi ketidak tahuan pergawai atau karyawan dalam pengoperasian teknologi baru yang ada dikantornya. Jadi pegawai perludilatih bagaimana cara mengoperasikan teknologi baru tersbut agar mampu dimanfaatkan sesuai dengan fungsi dan kebutuhannya.

4. Membangun budaya (corporate culture). Dalam setiap organisasi, pasti memiliki corak budayanya sendiri. Oleh karena itu pelatihan berfungsi sebagai alat pembantu bagi pegawai untuk mampu menyesuaikan dirinya dengan budaya yang ada dalam organisasi atau perusahaannya.

5. Adanya promosi dan mutasi. Promosi merupakan ajang dimana seorang karyawan atau pegawai di angkat atau di naikkan jabaannya. Dengan kata lain pegawai tersebut memiliki keudukan yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Sedang mutasi adalah perpindahan pegawai atau karyawan dari satu tempat ke tempat lainnya. Kedua hal ini menuntut agar pegawai atau karyawan memiliki kompetensi yang lebih handal dibandingkan sebelumnya.

Lalu bagaimana cara mendesain pelatihan?

Pertama, Mengidentifikasi kebutuhan :

1. Mengidentifikasikan masalah yang ada
2. Analisis pekerjaan
3. Mengidentifikasikan kelompok sasaran
4. Analisis kebutuhan pelatihan :
     - Survey
     - Pengamatan, bisa secara langsung ataupun melalui atas
     -  Studi dokumen
     -  Wawancara

Kedua, Menata sasaran-sasaran yang ingin dicapai :

1. Determination of entry requirements (penentuan persyaratan masuk)
Merupakan syarat atau ketetapan awal yang dijadikan landasan dalam penerimaan 
 
b.    2. Setting of training objectives (mendesain sasaran pelatihan)
Merupakan penetapan sasaran pelatihan dengan jelas 
 
c.    3. Design of test ( merancang tes )
Merupakan perancangan tes yang akan diberikan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang dimiliki, sehingga kita dapat menciptakan pelatihan sesuai dengan kebutuhan.
 
d.    4. Validation of objectives ( memvaliditasi tujuan)
Merupakan tindakan yang dilakukan untuk memastikan apakan pelatihan yang diberikan sudah sesuai dengan objek yang dituju, serta sesuai dengan kebutuhan para peserta pelatihan.
 
Ketiga, Instruction Design (Proses design pelatihan seperti apa, bagaimana dan tujuan) :

1. design of instruction
2. Testing of instructional material
3. Production of instructional materials
 
Keempat,  Implementasi :

1. Planning of training facilities,
     Merencanakan fasilitas apa saja yang sekiranya dibutuhkan
2. Selection and training of course instructions
     Melakukan seleksi terhadap instruktur pelatihan
3. Selection of trainees,  
     Menseleksi saarn pelatihan
4. Conduct of training,  
     Melaksanakan pelatihan sesuai dengan apa yang dirancang sebelumny 
 
Kelima, Evaluasi :
1. Analysis of achievement or subjective, apa yang sudah dicapai.
 
2. Analysis of trainee job performance , evaluasi pegawai setelah masuk kerja (dipantau).
 
3. Calculating of cost effectiveness of project, menghitung biaya sepadan atau tidak dangan biaya pelatihan dan kinerja pegawai.

Jumat, 10 Juni 2011

REPORT 14 KEPUASAN PELANGGAN


Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Jadi tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan.
Kepuasan pelanggan sepenuhnya dapat dibedakan pada tiga taraf, yaitu:
1. memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar pelanggan, contoh : Wiraniaga toko daging A menunjukan jenis daging yang dibutuhkan seseorang pelanggan. Ia menanyakan beberapa kg diperlukan, kemudian ditimbang dan dibungkus.
2. memenuhi harapan pelanggan dengan cara yang dapat membuat mereka akan kembali lagi. Contoh : Wiraniaga toko daging B menunjukan jenis daging yang dibutuhkan seorang pelanggan. Ia menunjukan jenis daging apa yang diperlukan (disesuaikan dengan masakannya), jenis daging yang sudah di “aging” atau tidak (dijelaskan keuntungannya), kemudian di timbang diberi es dan dibungkus.
3. melakukan lebih daripada apa yang diharapkan pelanggan. Contoh : Wiraniaga toko daging C (selain seperti di toko daging B), juga dijelaskan berbagai hal tentang kualitas daging dan perbedaan dari masing-masing jenis daging, jenis kemasan (vacum atau tidak) dan selain itu diberikan alternatif daging dari industri yang lain (setengah atau sudah matang). Setelah itu ditimbang, diberi es , dibungkus dan diserahkan sambil tersenyum serta mengucapkan terima kasih.


Dari ketiga taraf di atas, keberhasilan strategi pemasaran dapat dicapai apabila sudah mencapai taraf ketiga, yaitu yang paling memberikan kepuasan kepada pelanggan.


Setiap orang dalam dunia industri mempunyai pelanggan yang harus dipuaskannya. Ini yang pertama-tama harus disadari setiap karyawan. Kepuasan pelanggan relevan untuk kita semua, apapun pekerjaan kita, jadi kepuasan pelanggan bukan semata-mata urusan dan tanggung jawab divisi pemasaran dan pelayanan purna jual. Langkah pertama dalam usaha memuaskan pelanggan adalah menentukan dan mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan pelanggan. Pelanggan yang berbeda dapat pula berlainan kebutuhannya dan juga berbeda perioritasnya, tetapi pada dasarnya kebutuhan-kebutuhan umum hampir sama.


Untuk mencapai kepuasan pelanggan dalam konteks industri diperlukan beberapa kondisi dan usaha, antara lain
a) filosofi kepuasan pelanggan
b) mengenal kebutuhan atau harapan pelanggan
c) membuat standar dan pengukuran kepuasan pelanggan
d) orientasi karyawan
e) pelatihan

REPORT 13 PERILAKU PELANGGAN


Perilaku Pelanggan
Pelanggan adalah mahluk indvidu sekaligus sosial, maka faktor-faktor yang melingkupinya akan dibahas sebagai berikut :
  1. Individu
  2. Lingkungan keluarga
  3. Lingkungan masyarakat
  4. Budaya kota dan desa
  5. Ekonomi
  6. Idiologi/Agama
  7. Tata Nilai
  8. Status sosial

  1. Individu
    1. Belanja untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri
    1. Mengharapkan kepuasan pelayanan dan produk
    1. Kelas sosial, di antaranya dilihat dari tingkat penghasilan dan pendidikan
    1. Pembelian dipengaruhi situasi dan kondisi serta daya beli dari individu

  1. Lingkungan keluarga
    1. Belanja mewakili keluarga, meskipun dilakukan seseorang
    2. Keluarga, adalah lingkungan terdekat  yang sangat mempengaruhi nilai perilaku  
      seseorang, maka Pembelian dipengaruhi anggota keluarga 
    3. Kepuasan atas produk untuk seluruh keluarga yang diwakili
    4. Pembelian produk lebih banyak

  1. Lingkungan masyarakat
a.       Belanja produk secara psikologis dipengaruhi lingkungan tempat tinggal atau
tetangga lingkungan  perumahan
b.      Produk yang dibeli dipengaruhi  gengsi
c.       Pembelian  produk mengacu pada merk yang dibeli tetangga

  1. Budaya kota dan desa
a.       Budaya Kota
      • Pembelian produk lebih terpengaruh pada media promosi
        ( TV, Koran, Majalah, internet )
      • Pembelian produk sesuai dengan lingkungan perkotaan
      • Informasi tentang produk tersedia, dan cepat diketahui dengan cepat
      • Pembelian mengacu pada kesibukan kota

    1. Budaya Desa
      • Pembelian produk kurang dipengaruhi media promosi
      • Pembelian produk sesuai dengan lingkungan pedesaan
      • Informasi tentang produk lambat diketahui, kurang cepat tersedia
      • Sumber informasi dalam jumlah terbatas

  1. Ekonomi
    1. Seseorang  yang hidup dari kekayaan warisan
    2. Orang yang berhasil dalam usaha atau profesinya sehingga tingkat   
      ekonominya dikatakan kelas menengah
    3. Para pekerja kantoran (kerah putih) yang bergaji menengah
    4. Para pekerja standar, hanya sedikit di atas garis kemiskinan
    5. Pekerja tidak tetap atau tidak memiliki pekerjaan

  1. Idiologi/Agama
    1. Pembelian produk mengacu pada Idiologi/ agama yang dianut
    2. Pembelian perlengkapan ritual agama

  1. Tata Nilai
    1. Pembelian produk mengacu pada tata nilai budaya yang melingkupi seseorang
    2. Tata nilai tiap orang yang berasal dari daerah yang berbeda akan menampilkan pola      pembelian yang berbeda
    3. Nilai budaya Indonesia akan berbeda dengan orang luar negeri, menyebabkan pola konsumsi yang berbeda pula

  1. Status sosial
    1. Status sosial akan mempengaruhi pembelian produk
    2. Setiap penyandang status sosial yang  berbeda, pembelian produk berbeda pula
    3. Seiring naiknya pendapatan seseorang, maka pembelian akan meningkat

REPORT 12 QUALITY


Kualitas adalah suatu barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan/keinginan atau bahkan melampaui harapan konsumen yang  memberikan kepuasan kepada konsumen sehingga konsumen membeli barang dan jasa tersebut berulang kali.
Secara konsep, ada tiga macam bentuk kualitas:
Pertama satu-satunya, artinya suatu barang atau jasa memiliki kualitas jika hanya ada satu keberadaannya. Hal ini dapat ditandai dengan produksi yang jumlahnya terbatas atau sedikit. Kualitas macam ini dapat dikatakan kualitas yang absolute. Dengan begini maka pelanggan memiliki kepuasan tersendiri karena menggunakan barang atau jasa yang memiliki kualaitas absolute. Selanjutnya, mengacu pada standar yang relative, artinya suatu barang atau jasa hari ini dapat dikatakan berkualitas, tetapi pada tahun berikutnya belum tentu barang atau jsa tersebut berkualitas menurut konsumennya. Perubahan ini ada karena penyesuaian standar terhadap kondisi dan situasi. Yang terrakhir, Customer Satisfaction, yaitu dilihat dari sejauh mana kepuasan yang di dapatkan oleh pelanggan terhadap barang atau jasa yang digunakannya, karena setiap konsumen (individu) memiliki keinginan, selera, dan tingkatan standar yang berbeda-beda. Puas atau tidaknya seorang pelanggan dapat dilihat dari consumer behavior (perilaku konsumen). Untuk mengetahui perilaku konsumen dapat dilakukan marketing intelligence untuk melihat bagaimana keadaan yang sedang dibutuhkan oleh pasar, sehingga produsen dapat terus melakukan inovasi.
Komponen Kualitas:
§  Merk
§  Kemasan
§  Lokasi
§  Promosi

§  Kurikulum
§  Sarana dan prasarana
§  SDM
§  Harga
§         Daya tahan barang

REPORT 11 MARKETING PROMOTION

Marketing promotion dan communication dilakukan karena orang perlu diberitahukan tentang produk kita. Cara yang pertama dengan advertasing. Yaitu informasi dan konsumen tidak langsung bertemu. Bentuk promosi barang atau jasa yang disampaikan melalui media indor atau outdor, cetak, audio, dan audio visual. Personal selling, yaitu promosi dan penjualan yang dilakukan oleh sales. Sales promotion, yaitu penjualan yang dilakukan perusahaan kepada konsumen dengan memberi bonus atau potongan harga dalam jangka waktu tertentu. Yang terakhir public relation, yaitu proses membangun hubungan baik antara perusahaan atau sekolah dengan masyarakat atau konsumen untuk membangun citra positif perusahaan dimata masyarakat. Public relation bisa digunakan juga untuk mengatasi masalah-masalah negatif yang mungkin muncul dari masyarakat atau melakukan kegiatan-kegiatan tertentu atau event.

REPORT 10 PLACE



Prinsip dari placement adalah bagaimana mendekati pelanggan atau pembeli. Ada beberapa cara dalam menentukan penempatan :

1.       Langsung ( took dimiliki sendiri oleh produsen).
ð      Produsen dapat menjual langsung lewat took atau outlet. Contohnya : sepatu nike memiliki took sendiri.
2.       Intermediatary : produsen menjual produk di :
a.      Agen
b.      Supermarket
c.       Took milik pihak ke3
3.      Hybird (campuran antara milik sendiri dan orang lain).
Cont : NOKIA, ada yang dijual pada took khusus NOKIA, namun ada pula yang ditempatkan ditempat lainnya (tidak harus pada toko NOKIA).
4.      Telemarketing (distribusi menggunakan atau via telepon).
Contoh : Pada bank = penawaran kartu kredit, asuransi, dll.
5.      MLM
6.      Ecomance : berbentuk internet.

Alasan dalam memilih salura distribusi :
1.       Efisiensi biaya
2.       Fokus (agar sumber daya perusahaan tidak bercampur baur).
3.      Pertimbangan kualitas
4.      SDM (Makin banyak pegawai gaji makin banyak juga. Sedangkan barang belum tentu habis terjual. Itulah sebabnya diberikan kepada agent).
5.      Pergudangan

REPORT 9 PRICING



Price/harga : Sejumlah uang yang ditukarkan untuk memperoleh produk atau barang, atau sejumlah nilai yang digunakan untuk memperoleh manfaat dari pemilikan atau penggunaan jasa.

A.     Internal Factor : Faktor yang ada dalam suatu lingkungan organisasi.
a.      Cost =  Harga Pokok
Menentukan harga pokok bisa dengan rumus BB + TKL + OH + Laba. Apabila disekolah, kita mengenalnya dengan RAPBS.
b.      Marketing Mix
Barang yang sama dijual di took yang berbeda, melihat dari tempatnya, promosinya, dll.
c.       Marketing Onjectives
Berbicara mengenai tujuan dari pemasaran itu sendiri. Contohnya : UNJ sebenarnya bisa dikatakan rugi apabila dilihat dari bayarannya. Tapi karena UNJ tujuannya pendidikan, maka UNJ tetap hidup sampai sekarang.
d.      Organisational Consideration (Pertimbangan – pertimbangan organisasi).
ð      Perkembangan ini berkaitan dengan :
1.      SDM
2.      Produk atau kemasan : terkait dengan outletnya
3.     Coverage : jangkauan

B.      Eksternal Factor
1.       Market
a)     Pure competition : kompetisi yang murni
b)     Monopoli
c)      Oligarki : Kelompok perusahaan yang menentukan harga.
2.       Demand (kekuatan permintaan)
3.      Competitors : pesaing
Contohnya : Texas, KFC, Mc. Donal, berani bersaing dengan jarak yang berdekatan.
4.      Others External Factor
a)     Politic          : Contohnya, saat terjadi kerusuhan maka semua harga bisa naik.
b)     Social           : Contohnya, ada barang atau makanan tertentu yang tidak boleh dijual di tempat-tempat tertentu karena suatu alasan.
c)      Hukum        : Contohnya, karena makanan di Indonesia harus halal, maka harganya pun naik karena masih harus membayar biaya pengecekan.
d)     Ekonomi
e)     Geografi    : Contohnya, karena daerah yang ingin dicapai sulit untuk dijangkau, maka biaya jadi bertambah.

C.      Cara Menentukan Harga (Pricing Appoach)
a.      Cost based pricing
Makin banyak barang yang dikonsumsi, maka harga semakin murah.
b.      Value based pricing
Harga ditentukan oleh siapa yang mengkonsumsinya. Contoh: harga produk pada Mc. Donald di Bandara berbeda dengan harga pada tempat biasa.
c.       Competition based pricing
ð      Meletakkan competitor sebagai dasar
ð      Harus bisa memilih competitor yang tepat

D.     Price Adjustment Strategies
a.      Discount and allowance (potongan harga dan tukar tambah).
b.      Segmented pricing (tergantung pada segmennya). Contoh : Walaupun merknya sama, bisa jadi berbeda ketika segmennya berbeda.
c.       Phsycological pricing (menempatkan harga yang secara psikologis tampak lebih murah).
d.      Promotional price
Contohnya belanja di tempat-tempat yang sedang diadakan diskon.
e.      Geographie price : harga yang berbeda karena lokasinya yag berbeda.
f.        International price : harga internasional.